Hidup Lebih Sehat dan Berumur Lebih Panjang

Usia Lily Hearst hampir 103 tahun. Sepanjang hidupnya dia berada dalam keadaan sehat dan aktif – bermain ski, skating, mendayung. Penduduk Berkeley, California ini selalu berenang setiap hari. Dia juga tetap mengajar piano – namun hanya kepada siswa lanjutan – di panti jompo tempat ia makan siang setiap hari.

Hearst termasuk satu di antara segelintir orang yang bisa hidup hingga 100 tahun lebih, dan banyak di antara mereka masih sangat sehat. Pada akhir abad ke-19, saat ia lahir, hanya kira-kira satu dari 100.000 orang Amerika yang berusia 100 tahun atau lebih. Kini angka tersebut telah naik menjadi satu di antara 8.000 hingga 10.000 orang dan angka tersebut terus meningkat.

Siapa yang dapat berharap meniup 100 lilin pada suatu hari? “Untuk hidup sampai usia 100-an,” kata Dr. Thomas Perls, “Saya bertaruh, anda membutuhkan sesuatu yang saya sebut sebagai dorongan genetik”. Perls adalah kepala bagian gerontologi di Beth Israel Deaconess Medical Center, Boston dan asisten profesor di Harvard Medical School, sekaligus pendiri dan direktur New England Centenarian Study (NECS). Dia juga merupakan salah seorang penulis “Living to 100 : Lessons in Living to Your Maximum Potential at Any Age.”

Rangkaian penelitian yang sedang dilakukan oleh NECS tersebut adalah suatu upaya untuk mempelajari bagaimana supaya berumur panjang dengan menelusuri kebiasaan hidup sehat sejumlah orang yang berusia 100 tahun lebih.

Mendapatkan 10 tahun tambahan

Berdasarkan penemuan dari penelitian mereka sejauh ini, Perls mengatakan bahwa mungkin diperlukan ciri genetik yang luar biasa agar seseorang bisa hidup hingga 100 tahun. Tetapi sebagian besar dari kita seharusnya sanggup hidup hingga usia 80 tahun lebih; hampir 10 tahun lebih lama daripada rata-rata usia hidup saat ini yaitu 77 tahun di Amerika dan negara industri lainnya.

Jadi mengapa terdapat perbedaan sepuluh tahun antara usia yang dimungkinkan secara genetik dibandingkan rata-rata usia kita yang sesungguhnya ? Kesalahan kita yang terbesar terletak pada kebiasaan kita yang buruk.

Merokok misalnya, sangat mempertinggi risiko terkena kanker, pengerasan pembuluh nadi dan penyakit jantung. Banyak orang yang mengkonsumsi makanan tidak sehat, yang mengandung banyak lemak terhidrogenasi. Ketika orang-orang yang kini berusia ratusan tahun tersebut masih muda, makanan-makanan seperti itu sama sekali tidak sanggup menggoda mereka. Konsumsi lemak hidrogenasi yang berlebihan dapat mempertinggi risiko pengerasan pembuluh nadi dan penyakit jantung. Setengah dari populasi saat ini mengalami kelebihan berat badan dan hal ini mempertinggi risiko penyakit jantung serta penyakit lainnya.

Hanya 10 – 15 % penduduk di atas usia 65 tahun yang berolahraga secara teratur, kata Perls. Hal ini menyebabkan semakin tingginya risiko osteoporosis, depresi maupun masalah kesehatan lainnya, yang akhirnya mengurangi usia hidup seseorang. Dan hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi.

Bukan hanya usia bertambah, melainkan hidup anda lebih baik

Alasan mengapa Perls ingin agar seseorang lebih menjaga kesehatannya bukan hanya sekedar untuk memperpanjang usia sepuluh tahun. Itu hanyalah untuk daya tarik matematis saja. Ia mengatakan bahwa kebiasaan hidup sehat sebenarnya tidak hanya akan memperpanjang peluang hidup tetapi juga mengurangi masa-masa sakit sebelum anda meninggal. Jadi, anda bukan hanya akan hidup lebih lama, tetapi juga hidup lebih baik.

Pendapat bahwa “kalau anda makin tua, anda akan makin sakit-sakitan” ternyata salah, kata Perls. Temuan Centenarian Study tersebut mengatakan bahwa sebenarnya seseorang dapat mencapai usia yang sangat tua dengan cara menghindari penyakit, bukan karena mampu menahan penyakit.

NECS menemukan bahwa orang-orang berusia ratusan tahun cenderung bersikap lebih optimis dan sanggup menyesuaikan diri serta terbebas dari stres. Ini merupakan contoh yang baik untuk kita semua. Namun tidak berarti mereka akan menjalani hidup yang lebih mudah bila mereka dihadapkan pada dunia luar.

Herman Arrow adalah contoh dari pemikiran ini. Dalam keluarganya sama sekali tidak ada anggota keluarga yang berumur panjang. Dia ingat bahwa dia mempunyai seorang teman yang usianya mencapai 92 tahun. Tetapi kebanyakan orang di keluarga kerabatnya itu menderita penyakit jantung jauh sebelum mencapai usia 90 tahun. Arrow sendiri telah empat kali menjalani operasi bypass saat berusia 66 tahun.

Arrow jarang berolahraga sejak masuk sekolah menengah atas, tetapi setelah menjalani operasi tersebut dia berpendapat bahwa lebih baik mulai berolahraga kembali. Kini usianya sudah 80 tahun dan ia sangat menggemari olahraga jalan cepat. Selama beberapa tahun terakhir ini, ia memenangkan medali emas dan perak dalam California State Senior Games, dan medali perak serta perunggu dalam National Senior Games. Dia juga mendapatkan kepuasan dalam pekerjaannya sebagai pendiri dan ketua Mended Hearts cabang Marin County, sebuah organisasi orang-orang yang selamat dari penyakit jantung dan bertanggungjawab untuk mendukung orang lain yang sedang menjalani pengobatan.

Seperti yang terlihat dari pengalaman Arrow, tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai – namun anda tetap dianjurkan memeriksakan diri kepada dokter anda sebelum memulai suatu olahraga. “Usia tua tersebutlah yang perlu anda perangi,” kata Perls. “Siapa tahu usia terindah dalam hidup anda adalah di usia 70, 80 atau 90-an dengan catatan kalau anda hidup sehat.”

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: