Cintai Rambut Anda

Cintai Rambut Anda

 

Sudah menjadi kecenderungan setiap orang untuk menginginkan hal yang tidak ia punya. Anda mungkin iri melihat gaya rambut artis yang selalu bergonta ganti setiap hari. Hari ini lurus, besok keriting. Kini panjang dengan hair extension, besok lagi tampil dengan potongan bob pendek. Belum lagi warna rambut yang selalu berganti di setiap kesempatan. Tapi pernahkan Anda membayangkan berapa banyak waktu dan uang yang mereka habiskan untuk membentuk gaya rambut itu. Betapa ribetnya jika setiap hari Anda harus melakukan ritual perawatan rambut seperti mengeblow, menggunting, mencatok, dan berderet perawatan lainnya.

Cobalah belajar mencintai rambut Anda sebagaimana adanya. Pertama, lihat sisi baik rambut Anda. Berkacalah di depan cermin, dan lihatlah, betapa bagusnya warna rambut Anda, sangat pas dengan warna kulit dan mata Anda. Atau coba perhatikan teksturnya yang ikal mayang, cocok dengan proporsi wajah. Intinya, fokuskan pada hal yang Anda suka, catat baik-baik dan katakan pada diri sendiri, rambutku bagus. Nikmati apa yang Anda miliki.

Abaikan kritik. Anda yang memiliki, dan hanya Anda yang berhak memutuskan akan diapakan rambut itu. Orang lain tak berhak menilai apalagi menentukan apa yang harus Anda lakukan terhadap rambut Anda. Jika seseorang mengatakan, “rambutmu kok kasar sekali seperti jerami”, anggap saja itu angin lalu. Tersenyumlah padanya, dan lupakan apa yang ia katakan. Namun hal itu bukan berarti Anda tak menerima masukan. Jika sahabat memberikan usulan yang Anda anggap baik, tak ada salahnya dipertimbangkan. Namun jika kritikan itu bersifat menghina, jangan ambil pusing.

Temukan model yang sesuai dengan tipe rambut Anda. Jika rambut Anda ikal, jangan bermimpi memiliki rambut super lurus ala Jennifer Anniston. Lebih baik meniru model rambut ikal seperti milik Rachel Maryam. Sebaliknya, jika rambut Anda lurus, tak perlu memaksa mengikuti gaya kribo Giring Nidji. Tirulah model-model dengan tipe rambut yang sesuai dengan Anda, sehingga tidak akan menghabiskan banyak waktu untuk mencatok, atau mengkeriting rambut.

Nikmati pujian. Berapa kali Anda dipuji atas penampilan rambut Anda? Anda mungkin tak ingat lagi dan tak menghiraukannya. Mulai sekarang, ucapkan terima kasih dan nikmatilah pujian itu. Ingat-ingatlah setiap kali Anda menerima pujian, bila perlu, catat dalam jurnal harian. Ini perlu untuk mengingatkan Anda begitu berharganya Anda, jika suatu saat nanti ada orang yang mencemooh tampilan Anda.

Abaikan tren. Tren rambut selalu berubah. Sekarang sedang tren model rambut bob dengan potongan pendek menggembung. Beberapa waktu lalu, model ikal digital digemari. Sebelumnya, rebonding dimana-mana. Anda tak perlu mengikuti semua tren, karena tidak selalu cocok dengan tipe rambut dan kepribadian Anda. Jika Anda sudah merasa sreg dengan model rambut pendek yang membuat wajah Anda terlihat lebih tirus dan proporsional, jangan berpaling ke model lain yaang belum tentu cocok dengan karakter wajah Anda. Jangan selalu mengikuti tren karena hanya akan membuat Anda lelah.

Percaya pada diri sendiri. Dengarkan kata hati Anda model dan produk apa yang paling cocok untuk rambut Anda. Jika Anda merasa cocok dengan produk sampo tertentu, tak perlu mencoba yang lain. Jangan ambil risiko. Pilihlah penata rambut yang mau mendengarkan apa yang Anda inginkan, bukan yang suka memaksakan kehendaknya kepada Anda.

Jika ternyata rambut Anda masih saja rewel, jangan khawatir. Ini justru memberi kesempatan untuk bereksperimen dengan model rambut yang Anda suka. Diikat, diponi, dibando, dicepol, atau geraikan saja apa adanya. Hidup terlalu berharga jika hanya dihabiskan untuk mengkhawatirkan masalah rambut saja. Bukan begitu?

(Hairboutique/dila)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: